Single Blog Title

This is a single blog caption
17
Oct

Seminar Nasional Technopex 2025: Inovasi Energi Terbarukan Menuju Ekonomi Hijau

Tangerang Selatan, 16 Oktober 2025 — Pusat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (PRPM) Institut Teknologi Indonesia (ITI) kembali menggelar Seminar Nasional Technopex 2025, yang merupakan agenda tahunan sekaligus bagian dari rangkaian Dies Natalis ITI ke-41. Tahun ini, kegiatan yang telah menjadi tradisi sejak 2018 tersebut mengusung tema besar “Potensi dan Tantangan Energi Terbarukan untuk Pertumbuhan Ekonomi Hijau”.

Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi akademisi, peneliti, industri, serta lembaga pemerintah untuk bertukar ide, hasil penelitian, dan inovasi terkini dalam bidang teknologi berkelanjutan. Selain itu, acara ini juga diparalelkan dengan Seminar Mahasiswa ITI, sebagai bentuk komitmen kampus dalam membangun budaya riset sejak dini di lingkungan akademik.

Dukungan Penuh Rektor dan Pimpinan ITI

Dalam sambutannya, Ketua PRPM ITI, Prof. Dr. Ir. Ratnawati, M.Eng.Sc., IPM menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Rektor ITI, Prof. Dr. Ir. Syopiansyah Jaya Putra, M.Sis., IPU., ASEAN Eng., beserta jajaran pimpinan ITI yang senantiasa memberikan arahan dan dukungan untuk terlaksananya kegiatan berskala nasional ini. Technopex 2025 menjadi bukti nyata komitmen ITI dalam mengembangkan riset dan pengabdian masyarakat di berbagai bidang, sejalan dengan Rencana Induk Penelitian (RIP) ITI 2021–2025.

Bidang fokus penelitian tersebut meliputi Energi Baru dan Terbarukan, Infrastruktur dan Permukiman, serta Material dan Manufaktur. Melalui fokus ini, ITI menegaskan peran penting perguruan tinggi dalam mendorong pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di Indonesia.

Narasumber Nasional dan Topik Inspiratif

Technopex 2025 menghadirkan empat pembicara utama (keynote speakers) dari berbagai instansi ternama yang mewakili sinergi antara akademisi, pemerintah, dan industri.
Para narasumber tersebut adalah:

  1. Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi, B.Eng., M.Eng., IPUDirektur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian ESDM, dengan topik “Energi Terbarukan Menjawab Ekonomi Hijau”.
  2. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Sidqi, M.M., IPU., ASEAN.EngWakil Rektor IV Institut Teknologi PLN dan Komisaris Utama PT Adhiguna Putera, yang membawakan materi “Peran PT PLN (Persero) dan Grup dalam Akselerasi Energi Baru Terbarukan Menuju NZE 2060”.
  3. Prof. Dr. Ir. Slamet, M.T.Guru Besar Departemen Teknik Kimia, Universitas Indonesia, dengan topik “Perkembangan Riset Produksi Hidrogen dengan Teknologi Fotokatalisis Terkombinasi”.
  4. Prof. Dr. Ir. Joelianingsih, M.T., IPMGuru Besar Teknik Kimia ITI, dengan paparan “Potensi dan Pemanfaatan Biomassa Sebagai Sumber Energi Terbarukan di Indonesia.”

Kehadiran narasumber-narasumber tersebut memperkaya wawasan peserta terhadap peran riset dan inovasi dalam mempercepat transisi energi hijau di Indonesia.

Partisipasi 43 Instansi dan 340 Makalah Ilmiah

Antusiasme peserta Technopex 2025 sangat tinggi. Tahun ini, sebanyak 340 makalah ilmiah dipresentasikan dalam berbagai sesi paralel, terdiri dari 327 hasil penelitian dan 13 makalah pengabdian masyarakat.

Kegiatan ini melibatkan 43 institusi pendidikan dan lembaga penelitian dari seluruh Indonesia, meliputi:

  • 16 Perguruan Tinggi Negeri, seperti Universitas Indonesia, ITS, Universitas Negeri Malang, UPN Veteran Jawa Timur, Universitas Riau, dan Universitas Sebelas Maret;
  • 20 Perguruan Tinggi Swasta, termasuk IT PLN, Universitas Islam Indonesia, Universitas Ahmad Dahlan Lampung, Universitas Esa Unggul, dan Politeknik Caltex Riau;
  • serta 7 lembaga dan instansi industri/pemerintah, antara lain BRIN, PT PLN Rembang, PT Pertamina, PT Cheil, PT Wilmar, PT Emka, dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Banggai.

Kolaborasi lintas lembaga ini menjadi bukti nyata bahwa kegiatan Technopex bukan hanya milik ITI, melainkan juga ruang sinergi nasional bagi pengembangan riset teknologi terapan di Indonesia.

Dukungan Sponsor dan Mitra Strategis

Penyelenggaraan Technopex 2025 turut mendapat dukungan dari berbagai pihak industri dan mitra strategis. Sponsor utama meliputi PT Pilar Reka Cipta, PT Pertamina Hulu Energi, PT Sentrum Sarana Industri, dan PT Phitagoras.
Sementara itu, dukungan akademik datang dari perguruan tinggi mitra seperti Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN).

Keterlibatan mitra dan sponsor tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan industri dalam mendorong riset terapan yang berdampak langsung pada masyarakat dan pembangunan nasional.

Harapan untuk Masa Depan

Dalam penutupannya, Ketua PRPM ITI menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh panitia, narasumber, sponsor, dan peserta atas kerja keras serta partisipasinya. Ia berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi wadah ilmiah yang produktif.

“Semoga Seminar Nasional Technopex 2025 berjalan lancar dan menjadi inspirasi bagi pengembangan inovasi teknologi hijau di Indonesia. Kami juga berharap acara ini semakin mempererat jejaring riset dan kolaborasi antarperguruan tinggi serta industri di masa mendatang,” ujarnya.

Seminar Nasional Technopex 2025 bukan hanya sekadar forum akademik, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat komitmen ITI dalam mendorong riset berbasis solusi bagi tantangan energi berkelanjutan. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, ITI berkomitmen menjadi pusat unggulan dalam riset teknologi terapan yang berdampak bagi masyarakat dan lingkungan.


📸 Tentang PRPM ITI

Pusat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (PRPM) ITI merupakan unit pelaksana yang berfokus pada pengembangan riset terapan, inovasi teknologi, dan kegiatan pengabdian masyarakat berbasis hasil penelitian. Melalui kegiatan seperti Technopex, PRPM ITI berperan aktif dalam mendukung visi ITI sebagai kampus teknologi yang berorientasi pada keberlanjutan dan kemajuan industri nasional.