ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL TERHADAP SKEMA KERJA PADA KARYAWAN BAKSO KELING MASMIN SOLO DENGAN METODE NASA-TLX DAN PERSPEKTIF ERGONOMI
Keywords:
Beban Kerja, Nasa-TLX, Ergonomi, ProduktivitasAbstract
Penelitian ini mengkaji beban kerja mental karyawan di Bakso Keling Masmin Solo dengan menggunakan metode NASA-TLX dan perspektif ergonomi. Data dikumpulkan dari karyawan di berbagai divisi seperti kasir, pramusaji, dan juru masak yang melakukan tugas repetitif dan membutuhkan ketelitian tinggi. Metode NASA-TLX mengukur beban kerja mental melalui enam dimensi yaitu tuntutan mental, tuntutan fisik, tuntutan waktu, performansi, usaha, dan tingkat frustrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan di divisi kasir memiliki beban kerja mental sangat tinggi dengan skor NASA-TLX mencapai 88. Hal ini disebabkan oleh durasi jam kerja yang panjang dan tuntutan pekerjaan yang tinggi. Berdasarkan hasil tersebut, beberapa usulan perbaikan diajukan, termasuk pembagian pekerjaan yang lebih adil dan penambahan SDM untuk mengurangi beban kerja di divisi kasir. Selain itu, perbaikan lingkungan kerja juga diusulkan, seperti peningkatan pencahayaan, pengaturan suhu, dan pengurangan kebisingan. Implementasi usulan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan karyawan di Bakso Keling Masmin Solo. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi peningkatan efektivitas kerja dan kesejahteraan karyawan, serta dapat menjadi acuan bagi bisnis sejenis dalam mengelola beban kerja karyawan. Hasil ini juga menunjukkan pentingnya evaluasi rutin terhadap kondisi kerja untuk mencegah kelelahan dan meningkatkan kinerja karyawan di Bakso Keling Masmin Solo.
Downloads
Downloads
Published
Conference Proceedings Volume
Section
License
Copyright (c) 2025 Syifa Puspitasari, Chasandra Ramadhani (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International
This license requires that reusers give credit to the creator. It allows reusers to distribute, remix, adapt, and build upon the material in any medium or format, for noncommercial purposes only. If others modify or adapt the material, they must license the modified material under identical terms.

