PENGARUH LAJU ALIR AIR TERHADAP PHASE INVERSION DALAM PEMBUATAN SUNSCREEN DENGAN METODE LOW ENERGY EMULSIFICATION (LEE)

Authors

  • Mauriel Marsha Kurnia Institut Teknologi Indonesia Author

Keywords:

low energy emulsification, phase inversion, laju alir air, tabir surya, pull system

Abstract

Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan kulit dan dampak buruk sinar UV telah mendorong pertumbuhan industri perawatan kulit, khususnya produk tabir surya. Namun, proses produksi tabir surya konvensional sering kali membutuhkan energi tinggi dan bahan tambahan kimia yang berpotensi menimbulkan iritasi kulit. Penelitian ini bertujuan mengembangkan formulasi tabir surya berbasis emulsi dengan metode Low Energy Emulsification (LEE) melalui pendekatan pull system untuk menghasilkan produk yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan. Proses dilakukan dengan memvariasikan laju alir air saat pendinginan untuk mempelajari pengaruhnya terhadap fenomena phase inversion, pH, viskositas, dan ukuran droplet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada komposisi awal 30:70 (air:minyak) terjadi pemisahan karena fase air yang terlalu sedikit, sedangkan pada komposisi 40:60 terbentuk emulsi stabil tetapi tidak terjadi fenomena phase inversion. Seluruh sampel hasil pengujian memiliki pH dalam rentang standar (5,00–5,80) dan viskositas 3.000–6.000 cP selama penyimpanan 7 hari pada suhu 60°C, menunjukkan kestabilan produk. Pengamatan mikroskopis menunjukkan ukuran droplet relatif kecil dan seragam. Percobaan dengan dua kali transfer air saat cooling menghasilkan droplet paling kecil dan menyerupai metode eksis. Temuan ini mengindikasikan bahwa variasi laju alir air saat pendinginan dapat mempengaruhi  karakteristik droplet dan kestabilan emulsi meskipun pembalikan fase tidak terjadi.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-01-05

Conference Proceedings Volume

Section

Articles