ANALISIS MANAJEMEN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DAN KATALIS PADA PROSES HIDROGENASI ASAM LEMAK MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ)
Keywords:
EOQ, Reorder Point, Safety Stock, Kontinuitas Produksi, Hidrogenasi, Minyak NabatiAbstract
Kelancaran proses produksi hidrogenasi asam lemak sangat bergantung pada ketersediaan bahan baku dan katalis yang tepat waktu dan dalam jumlah yang memadai. Penelitian ini dilakukan untuk mengoptimalkan sistem pengendalian persediaan guna meminimalkan risiko stockout yang dapat mengganggu kontinuitas produksi. Metode Economic Order Quantity (EOQ) diaplikasikan untuk menghitung jumlah pesanan optimal dan titik pemesanan ulang untuk dua item kritis, yaitu asam lemak dan katalis nikel. Data yang dianalisis meliputi tingkat permintaan tahunan, lead time, biaya pesan, dan biaya simpan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa dengan menerapkan kebijakan EOQ, perusahaan tidak hanya dapat meminimalkan total biaya persediaan tahunan tetapi juga dapat menetapkan safety stock dan reorder point yang lebih akurat. Titik pemesanan ulang untuk asam lemak ditetapkan pada P ton dan untuk katalis nikel pada Q kg. Simulasi perhitungan menunjukkan bahwa kebijakan baru ini mampu mencegah terjadinya kekurangan bahan baku selama lead time. Disimpulkan bahwa integrasi metode EOQ ke dalam sistem manajemen persediaan perusahaan dapat menciptakan sistem pengendalian yang lebih robust, menjamin kelancaran produksi, dan pada akhirnya meningkatkan kinerja rantai pasok.
Downloads
Downloads
Published
Conference Proceedings Volume
Section
License
Copyright (c) 2025 Fidelis Richter Sihotang (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International
This license requires that reusers give credit to the creator. It allows reusers to distribute, remix, adapt, and build upon the material in any medium or format, for noncommercial purposes only. If others modify or adapt the material, they must license the modified material under identical terms.

