ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL RENCANA PENGEMBANGAN INDUSTRI KERUPUK SANGRAI CV. RHR KOTA TANGERANG SELATAN
Keywords:
Kerupuk sangrai, CV RHR, pengembangan usaha, analisis kelayakan finansialAbstract
Kerupuk sangrai merupakan salah satu varian kerupuk yang diolah dengan metode sangrai tanpa minyak, sehingga menghasilkan produk yang lebih renyah, rendah lemak trans, tahan lama, dan tidak mudah tengik. Perubahan preferensi konsumen terhadap camilan sehat mendorong peningkatan permintaan kerupuk sangrai, yang sekaligus membuka peluang bagi industri untuk meningkatkan kapasitas produksinya. CV RHR, salah satu industri kecil menengah (IKM) yang berlokasi di Tangerang Selatan merupakan produsen kerupuk sangrai yang berencana melakukan pengembangan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial rencana pengembangan industri kerupuk sangrai di CV RHR. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif dengan kriteria kelayakan finansial meliputi Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Benefit-Cost Ratio (BCR), dan Payback Period (PP). Hasil analisis menunjukkan bahwa total biaya investasi sebesar Rp552.953.000, total biaya operasional Rp518.951.366,10, dan total pendapatan Rp873.600.000. Harga pokok produksi (HPP) tercatat sebesar Rp21.000 per kemasan, dengan harga jual Rp35.000 per kemasan dan margin keuntungan Rp14.000 per kemasan (40%). Lebih lanjut, hasil analisis kelayakan finansial menunjukkan nilai NPV sebesar Rp1.220.290.170, BCR sebesar 1,18 (>1), IRR sebesar 49%, serta PP selama 1 tahun 7 bulan. Berdasarkan hasil tersebut, rencana pengembangan industri kerupuk sangrai di CV RHR dinyatakan layak untuk dilanjutkan.
Downloads
Downloads
Published
Conference Proceedings Volume
Section
License
Copyright (c) 2025 Mohamad Haifan, Ir Syahril Makosim, MS IPM (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International
This license requires that reusers give credit to the creator. It allows reusers to distribute, remix, adapt, and build upon the material in any medium or format, for noncommercial purposes only. If others modify or adapt the material, they must license the modified material under identical terms.

