POTENSI PENGEMBANGAN UMKM BERBASIS KEARIFAN LOKAL
Keywords:
UMKM, Produk budaya, Kearifan lokalAbstract
Percepatan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Indonesia menunjukan jumlah pelaku hampir mencapai 66 juta unit usaha pada tahun 2023, memberikan kontribusinya sebesar 61% terhadap PDB dan menyerap sampai dengan 97% tenaga kerja nasional. Dari sekian banyak produk yang di produksi oleh pengusaha UMKM ternyata terdapat pelaku UMKM yang fokus terhadap produk budaya. Kebanyakan Pelaku UMKM masih cenderung plagiat, dalam arti mereka lebih mengejar barang atau produk yang lagi booming, padahal banyak sekali produk dan barang yang berasal dari kearifan lokal belum diangkat dan diperkenalkan. Pengembangan produk budaya masih sangat terbatas dan itu pun baru sebatas di daerah-daerah yang masih memiliki ekosistem kebudayaan. Peluang UMKM produk budaya di Indonesia sangat besar, modal dasar adat istiadat sebagai keunggulan kompetitif untuk pelestarian dan kegiatan ekonomi. Namun harus diakui keberadaan dan perkembangan UMKM produk budaya ini masih terhambat oleh faktor-faktor seperti, akses modal, digitalisasi, kemasalan produk, legalitas UMKM dan pemasaran global yang tentunya berbagai pihak harus bersama-sama membantu menaik kelaskan UMKM berbasis kearifan lokal menjadi pilihan usaha bagi masyarakat yang akan mengubah kehidupan ekonomi masyarakat ke arah yang lebih baik.
Downloads
Downloads
Published
Conference Proceedings Volume
Section
License
Copyright (c) 2025 Lia Yuliana, Annuridya Rosyidta Pratiwi Octasylva (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International
This license requires that reusers give credit to the creator. It allows reusers to distribute, remix, adapt, and build upon the material in any medium or format, for noncommercial purposes only. If others modify or adapt the material, they must license the modified material under identical terms.

