ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL DAN FISIK MENGGUNAKAN METODE NASA-TLX PADA PEKERJA PRODUKSI DI PT SMS STEEL TIGARAKSA, TANGERANG
Keywords:
beban kerja, beban kerja mental, NASA-TLX, beban kerja, beban kerja mental, NASA-TLXAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban kerja mental dan fisik pada pekerja bagian produksi di PT SMS Steel Tigaraksa, Tangerang dengan menggunakan metode NASA Task Load Index (NASA-TLX). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tingginya tingkat kecelakaan kerja yang terjadi di pabrik peleburan baja tersebut, yang diduga berkaitan dengan beban kerja berlebih dan kurangnya perhatian terhadap faktor ergonomi kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner NASA-TLX yang diberikan kepada 30 responden pekerja bagian produksi. Analisis dilakukan terhadap enam dimensi beban kerja, yaitu mental demand, physical demand, temporal demand, performance, effort, dan frustration level. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori beban kerja rata-rata berada pada tingkat tinggi, dengan kontribusi terbesar berasal dari dimensi mental demand dan effort. Temuan ini mengindikasikan bahwa kondisi kerja yang menuntut konsentrasi tinggi dan kecepatan dalam proses peleburan logam dapat meningkatkan risiko kelelahan dan kesalahan kerja. Penelitian ini merekomendasikan penerapan pengaturan waktu kerja yang seimbang, pelatihan keselamatan kerja, dan perbaikan tata letak area kerja untuk menurunkan tingkat beban kerja pekerja.
Downloads
Downloads
Published
Conference Proceedings Volume
Section
License
Copyright (c) 2025 Dicky Armansyah Teknik Industri (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International
This license requires that reusers give credit to the creator. It allows reusers to distribute, remix, adapt, and build upon the material in any medium or format, for noncommercial purposes only. If others modify or adapt the material, they must license the modified material under identical terms.

