TRANSISI ENERGI DI DAERAH TERPENCIL: STUDI KASUS IMPLEMENTASI SISTEM HYBRID PLTS-PLTD DI TEMAJOK, KALIMANTAN BARAT

Authors

  • Andi Wulan IT PLN Author

Keywords:

Renewable energy, transisi energi, sistem hybrid, plts, pltd

Abstract

Transisi energi menuju pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) menjadi strategi utama dalam mendukung komitmen Indonesia mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060. Penelitian ini mengevaluasi implementasi sistem pembangkit listrik hybrid antara Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Desa Temajok, Kalimantan Barat, sebagai solusi elektrifikasi daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Sistem ini mengadopsi operasi PLTS pada siang hari dan PLTD pada malam hari, memungkinkan pelayanan listrik selama 24 jam. Hasil studi menunjukkan pengurangan konsumsi bahan bakar fosil, penurunan emisi gas rumah kaca, dan peningkatan efisiensi operasional. Penelitian dilakukan melalui studi literatur dan analisis data lapangan, termasuk profil beban dan kinerja unit pembangkit. Temuan menunjukkan bahwa sistem hybrid ini tidak hanya sejalan dengan kebijakan energi nasional, tetapi juga berpotensi direplikasi di wilayah terpencil lainnya. Tantangan yang diidentifikasi mencakup perlunya optimalisasi konfigurasi sistem, penyesuaian kebijakan, serta penguatan aspek keekonomian dan keberlanjutan proyek. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dan akademik terhadap strategi dekarbonisasi di kawasan terpencil Indonesia.

 

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-01-05

Conference Proceedings Volume

Section

Articles