DAMPAK KERETA REL LISTRIK COMMUTERLINE TERHADAP PENGEMBANGAN PERKOTAAN: STUDI KASUS WILAYAH SEKITAR STASIUN DI KABUPATEN BEKASI
Keywords:
perkembangan penduduk, Sistem Informasi Geografis, kawasan perkotaan, perencanaan ruangAbstract
Kereta Rel Listrik Commuterline (KRL-CL) sebagai alat transportasi yang banyak diminati penduduk di Jabodetabek, telah memberikan dampak terhadap kondisi transportasi di wilayah ini. Jumlah penumpang yang terus meningkat, menunjukkan banyak penduduk yang beralih ke KRL-CL untuk melaksanakan kegiatan ulang-alik harian, terutama untuk tujuan bekerja. Salah satu rute KRL-CL di Jabodetabek adalah koridor Bekasi-Cikarang sebagai kelanjutan koridor Jakarta - Bekasi, yang dimulai elektrifikasi sejak tahun 2017. Dampaknya, telah terjadi perkembangan penduduk dan perubahan lahan di sekitar stasiun, sehingga mempunyai kecenderungan muncul sebagai Kawasan perkotaan baru. Penelitian ini bertujuan mengetahui perkembangan Kawasan perkotaan di wilayah sekitar stasiun KRL-CL pada Kabupaten Bekasi, ditinjau dari perkembangan penduduk dan perubahan penggunaan lahan. Metode yang digunakan adalah analisis kependudukan dan analisis spasial/GIS. Hasilnya menunjukkan bahwa dari 4 (empat) stasiun di Kabuipaten Bekasi, 2 (dua) desa di sekitar 2(dua) stasiun KRL-CL yang mengalami perkembangan penduduk pesat yaitu Desa Telaga Murni di Kecamatan Cikarang Barat dan Desa Mekarsari di Kecamatan Tambun Selatan, selama 6 tahun sejak Tahun 2017-2023. Kondisi ini juga diikuti oleh perubahan penggunaan lahan. Diperlukan perencanaan ruang pada desa-desa yang berkembang pesat tersebut agar tidak terjadi urban sprawl.
Downloads
Downloads
Published
Conference Proceedings Volume
Section
License
Copyright (c) 2025 Ken Martina Kasikoen (Author); Surya Kurniawan, Raafi Widyaputra, Erna Febriani, Sri Handoyo Mukti, Aphrodita Puspateja (Translator)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International
This license requires that reusers give credit to the creator. It allows reusers to distribute, remix, adapt, and build upon the material in any medium or format, for noncommercial purposes only. If others modify or adapt the material, they must license the modified material under identical terms.

