REIMAJINASI LOGISTIK SUMATERA: KERANGKA REKAYASA NILAI HIJAU UNTUK INTEGRASI TRANSPORTASI BERKELANJUTAN

Authors

  • Prisca Evelyn Yulianita Magister Manajemen Konstruksi, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia Author
  • Qotrunada Salsabila Magister Manajemen Konstruksi, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia Author
  • Mochammad Gentar Wisnu Wijaya Magister Manajemen Konstruksi, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia Author
  • laras Putri Effendi Magister Manajemen Konstruksi, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia Author

Keywords:

Value Engineering, Green Logistic, Integrasi Multimoda, Sumatera

Abstract

Biaya logistik Indonesia masih mencapai 23–24% dari Produk Domestik Bruto (PDB), menjadikannya salah satu yang tertinggi di kawasan Asia. Pulau Sumatera, sebagai koridor strategis industri dan ekspor nasional, menghadapi tantangan fragmentasi sistem transportasi antarmoda antara jalan raya, rel, laut, dan udara. Penelitian ini mengembangkan kerangka Green Value Engineering (VE) berbasis standar ASTM E1699–14 dan ASTM E2013–12 untuk merumuskan strategi integrasi transportasi berkelanjutan berbasis fungsi–biaya–nilai. Metodologi penelitian mengikuti lima fase utama Value Engineering Job Plan, yaitu Information, Function Analysis, Creative, Evaluation, dan Development/Presentation. Untuk konteks sistem logistik Sumatera, pendekatan ini diperluas melalui pengenalan Value Engineering Loop (VE Loop), yaitu mekanisme umpan balik internal antara Creative dan Evaluation Phase yang digunakan untuk merumuskan kerangka evaluasi kuantitatif berbasis fungsi–biaya–nilai secara iteratif. Pada Creative Phase, dihasilkan lebih dari 120 ide awal melalui proses brainstorming lintas provinsi. FAST dasar digunakan untuk mengelompokkan ide-ide tersebut menjadi enam klaster solusi fungsional utama. Melalui proses iteratif VE Loop, klaster ini kemudian dikembangkan menjadi kerangka penilaian kuantitatif Value Engineering yang mengintegrasikan dimensi fungsi, biaya, nilai, serta aspek hijau dan digital logistik. Evaluasi selanjutnya dilakukan menggunakan kombinasi Life Cycle Cost (LCC), Levelized Cost of Logistics (LCoL), dan Multi-Criteria Decision Making (MCDM) dengan dimensi penilaian teknis, ekonomi, lingkungan, dan implementabilitas. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi Rail–Port Integration, Dry Port Development, dan Digital Logistics Platform menghasilkan nilai tertinggi dengan penurunan LCoL hingga 40% (dari Rp 780 menjadi Rp 467 per ton-kilometer). Pendekatan VE berbasis ASTM yang diperkuat dengan mekanisme VE Loop terbukti efektif sebagai alat analisis dan pengambilan keputusan strategis dalam perencanaan sistem logistik nasional yang efisien, hijau, dan terintegrasi.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

  • Prisca Evelyn Yulianita, Magister Manajemen Konstruksi, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia

    Magister Manajemen Konstruksi, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia

  • Qotrunada Salsabila, Magister Manajemen Konstruksi, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia

    Magister Manajemen Konstruksi, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia

  • Mochammad Gentar Wisnu Wijaya, Magister Manajemen Konstruksi, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia

    Magister Manajemen Konstruksi, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia

  • laras Putri Effendi, Magister Manajemen Konstruksi, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia

    Magister Manajemen Konstruksi, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia

Downloads

Published

2026-01-05

Conference Proceedings Volume

Section

Articles