PENERAPAN ZIGBEE DALAM SISTEM MONITORING KUALITAS UDARA BERBASIS IOT
Keywords:
Zigbee, Monitoring, Kualitas Udara, IoTAbstract
Untuk mengatasi pencemaran udara akibat gas CO, NO2, dan partikel PM2.5 yang sulit dideteksi, penelitian ini bertujuan untuk menerapkan teknologi ZigBee dalam sistem pemantauan kualitas udara berbasis Internet of Things (IoT). Sistem ini dibangun menggunakan dua node: transmitter yang dilengkapi Arduino Mega 2560, sensor MICS-6814 untuk CO dan NO2, serta PMS5003 untuk PM2.5, dan receiver yang menggunakan NodeMCU ESP8266. Data yang diperoleh dari sensor dikirimkan secara nirkabel melalui modul ZigBee dengan topologi point-to-point menuju node receiver, yang kemudian meneruskannya ke platform IoT Antares untuk visualisasi dan pemantauan jarak jauh. Hasilnya, sistem ini berhasil memonitor konsentrasi gas dan partikel debu secara efektif. Dalam penelitian ini, lingkungan kampus yang hijau mempunyai kualitas udara yang paling baik dengan parameter ISPU nilai CO = 2,675, NO2 = 48,75 dan PM2,5 = 63,8. Sedangkan tempat pembuangan akhir mempunyai kualitas udara terburuk dengan parameter ISPU nilai CO = 94,5, NO2 = 197,5 dan PM2,5 = 140,76. Pada aspek komunikasi, data memperlihatkan adanya korelasi terbalik antara baud rate dengan delay. Delay terbesar adalah 912 ms pada baud rate 1200 bps dengan jarak antara pemancar dan penerima 60 meter.
Downloads
Downloads
Published
Conference Proceedings Volume
Section
License
Copyright (c) 2025 Raynaldhi Yoshua Sange, Damar Widjaja (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International
This license requires that reusers give credit to the creator. It allows reusers to distribute, remix, adapt, and build upon the material in any medium or format, for noncommercial purposes only. If others modify or adapt the material, they must license the modified material under identical terms.

