SUSTAINABILITY LONTAR SASAK DALAM ERA DIGITAL UNTUK GEN Z

Authors

  • Tajuddin Muhammad Universitas Bumi Gora Mataram Author

Keywords:

digitalisasi, lontar, sasak, Gen-Z

Abstract

Suku Sasak yang tinggal di Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat, memiliki tradisi sastra menulis di atas daun lontar kering (Borassus flabellifer). Naskah Lontar Sasak merupakan khazanah pengetahuan yang mencerminkan keahlian intelektual para cendekiawan suku Sasak kuno. Naskah lontar Sasak ditulis dalam bahasa Kawi, atau aksara Sasak baluk olas. Penelitian tentang lontar Sasak hampir tidak ada publikasi dan sangat minim sekali. Lontar Sasak dilestarikan dalam bentuk repositori informasi dan kemudahan aksesnya sangatlah penting yang merupakan kebutuhan mendesak pada dunia modern dan digital saat ini bagi Gen Z. Metode pelestarian naskah lontar yang paling disukai adalah digitalisasi. Digitalisasi sebagai metode pelestarian naskah era baru. Digitalisasi koleksi naskah lontar Sasak kuno melibatkan konversi naskah fisik ke dalam format digital yang dapat diakses dan diproses menggunakan teknologi komputer. Tujuannya adalah untuk mengetahui sejauh mana preservasi melalui pemanfaatan teknik konservasi, metode restorasi, dan digitalisasi lontar Sasak yang dilakukan pada koleksi naskah lontar Sasak di Pulau Lombok. Metode penelitian menggunakan teknik observasi dan studi pustaka. Hasil digitalisasi untuk memastikan generasi Z mendatang dapat mengakses dan menikmati warisan budaya dan pengetahuan yang berharga ini, sekaligus melindungi dan melestarikan naskah lontar Sasak dari kerusakan dan kepunahan dengan mengonversinya ke dalam bentuk digital yang sangat berguna bagi Gen Z

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-01-05

Conference Proceedings Volume

Section

Articles