HUGELKULTUR SEBAGAI STRATEGI PENGELOLAAN LIMBAH ORGANIK KAMPUS UNIVERSITAS PADJADJARAN
Keywords:
Hugelkultur, Limbah Organik, Green Campus, Pertanian Berkelanjutan, pH dan RHAbstract
Pengelolaan limbah organik menjadi tantangan penting di lingkungan kampus yang memiliki aktivitas tinggi dan menghasilkan berbagai jenis sisa biomassa seperti batang pohon, ranting, daun kering, dan daun basah. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Hugelkultur sebagai strategi pengelolaan limbah organik di Kampus Universitas Padjadjaran. Metode ini memanfaatkan limbah biomassa sebagai bahan utama pembuatan gundukan berlapis sesuai dengan metode Hugelkultur, yang berfungsi meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mengurangi timbunan sampah organik. Parameter utama yang diamati meliputi jumlah limbah organik, pH tanah, dan kelembapan relatif (RH) di sekitar area Hugelkultur. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa penerapan sistem Hugelkultur berpotensi menstabilkan pH tanah ke arah netral dan meningkatkan retensi kelembapan, yang mendukung pertumbuhan tanaman lebih optimal. Selain itu, metode ini efektif dalam mendaur ulang limbah organik menjadi sumber bahan organik yang bermanfaat bagi sistem agroekologi kampus. Oleh karena itu, Hugelkultur dapat menjadi solusi sederhana untuk pertanian berkelanjutan dalam mendukung pengelolaan limbah organik di lingkungan Universitas Padjadjaran menuju konsep kampus hijau (green campus).
Downloads
Downloads
Published
Conference Proceedings Volume
Section
License
Copyright (c) 2025 Boy Macklin Pareira Prawiranegara, Deaby Febrianti Patiha, Mochammad Agung Trianto, Agung Dyan Catur Pratama (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International
This license requires that reusers give credit to the creator. It allows reusers to distribute, remix, adapt, and build upon the material in any medium or format, for noncommercial purposes only. If others modify or adapt the material, they must license the modified material under identical terms.

